Perubahan Sosial dan Globalisasi
A. PERUBAHAN
SOSIAL
1) Definisi
Perubahan
Menurut
Auguste Comte, sosiologi mempelajari statika dan dinamika masyarakat social
meskipun perubahan kita terpusat pada aspek statika masyarakat, tetapi dalam
kehidupan sehari – hari kita telah menyentuh perubahan.
Adapun
definisi perubahan sosial menurut beberapa tokoh:
1. William
F. Ogburn
Ruang
lingkup perubahan sosial mencakup unsur kebudayaan material dan non material,
terutama menekankan pengaruh yang besar dari unsur kebudayaan material terhadap
unsur non material
2. Mac
Iver
Perubahan
sosial adalah terjadinya perubahan dalam hubungan sosial (social relationships)
atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)
3. Kingsley
Davis
Perubahan
sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat
4. Gillin
dan Gillin
Perubahan
sosial merupakan variasi cara hidup yang telah diterima yang disebabkan karena
kondisi geografis, kebudayaan, material, komposisi penduduk, ideology maupun
adanya difusi ataupun penemuan baru dalam masyarakat
5. Samuel
Koenig
Perubahan
sosial menunjuk pada modifikasi yang terjadi dalam pola kehidupan manusia
karena sebab intern dan ekstern
6. Selo
Soemarjan
Segala
perubahan pada lembaga – lembaga kemasyrakatan dalam suatu masyarakat yang
mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk didalamnya nilai – nilai, sikap – sikap
dan pola – pola perikelakuan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat
2) Teori
– Teori Perubahan Sosial
Menurut
Lauer ada dua teori utama perubahan sosial:
1. Teori
Siklus
Teori siklus
melihat perubahan merupakan sesuatu yang berulang – ulang, tidak dapat
direncanakan atau diarahkan ke titik tertentu. Tidak ada proses perubahan
masyarakat secara bertahap sehingga batas antara pola hidup primitif,
tradisional dan modern tidak jelas.
Menurut
beberapa ahli:
- Oswald
Spengler, Jerman (1880 –1936) : setiap peradaban besar mengalami proses
kelahiran, pertumbuhan dan keruntuhan
- Pitirim
Sorokin: semua peradaban besar berada dalam siklus tiga sistem kebudayaan
(kebudayaan ideasional, idealistis dan sensasi) yang berputar tanpa akhir.
- Arnold
Toynbee: sejarah peradaban adalah rangkaian siklus kemunduran dan pertumbuhan,
namun setiap peradaban memiliki kemampuan meminjam kebudayaan lain dan belajar
dari kesalahan untuk mencapai peradaban yang lebih tinggi
- Ibnu
Kaldun: perubahan msayarakat diwarnai dengan pertumbuhan dan penaklukan
kebudayaan. Hal ini akibat konflik antara orang menetap dan orang nomaden
2. Teori
Linier atau Teori Perkembangan
Perubahan
sosial budaya bersifat linier atau berkembang menuju titik tertentu, dapat
direncanakan atau diarahkan
Beberapa
tokoh sosiologi mengemukakan tentang teori linier yaitu:
- Emile
Durkheim: Masyarakat berkembang dari solidaritas mekanik ke solidaritas organic
- Max
Weber : Masyarakat berubah secara linier dari masyarakat yang diliputi oleh
pemikiran mistik dan penuh tahayul menuju masyarakat yang rasional
- Herbert
Spencer : mengembangkan teori Darwin, bahwa orang – orang yang cakap yang akan
memenangkan perjuangan hidup
Ketiga tokoh
diatas menggambarkan bahwa setiap masyarakat berkembang melalui tahapan yang
pasti
Teori Linier
dibedakan menjadi:
a. Teori
Evolusi
Perubahan
sosial budaya berlangsung sangat lambat dalam jangka waktu lama. Perubahan
sosial budaya dari masyarakat primitif, tradisional dan bersahaja menuju
masyarakat modern yang kompleks dan maju secara bertahap.
Comte mengemukakan perkembangan
masyarakat mengikuti perkembangan cara berfikir masyarakat tersebut yaitu tahap
teologi (khayalan), tahap metafisis (abstraksi) dan tahap ilmiah (positif).
Sedangkan Lenski
berpendapat bahwa masyarakat berubah dari pra industri, industri dan
pasca industri
Beberapa
teori Evolusi:
a) Teori
Evolusi Unilinear
Masyarakat
mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan tertentu, berawal dari bentuk
sederhana, komplek hingga sempurna. Tokohnya antara lain, Comte, Spencer. Suatu
Variasi dari teori ini adalah Cylical theories dari Vilfredo Pareto
b) Teori
Evolusi Universal
Perkembangan
masyarakat tidaklah perlu melalui tahapan tertentu tetapi mengikuti suatu garis
evolusi tertentu. Misal dari kelompok homogen ke kelompok yang heterogen sifat
dan susunannya (Herbert Spencer)
c) Teori
Evolusi Multilinear
Teori ini
menekankan penelitian terhadap tahap perkembangan yang tertentu dalam evolusi
masyarakat, misal penelitian pengaruh sistem perubahan sistem mata pencaharian
dari berburu ke sistem pertanian atau terhadap sistem kekeluargaan dalam
masyarakat yang bersangkutan
b. Teori
Revolusi
Perubahan
sosial menurut teori revolusi adalah perubahan sosial budaya berlangsung secara
drastic atau cepat yang mengarah pada sendi utama kehidupan masyarakat
(termasuk kembaga kemasyarakatan)
Karl Marx
berpendapat bahwa masyarakat berkembang secara linier dan bersifat
revolusioner, dari yang bercorak feodal lalu berubah revolusioner menjadi
masyarakat kapitalis kemudian berubah menjadi masyarakat sosialis – komunis
yang merupakan puncak perkembangan masyarakat
Suatu
revolusi dapat berlangsung dengan didahului suatu pemberontakan (revolt
rebellion). Adapun syarat revolusi adalah :
1. Ada
keinginan umum mengadakan suatu perubahan
2. Adanya
kelompok yang dianggap mampu memimpin masyarakat
3. Pemimpin
harus mampu menampung keinginan masyarakat
4. Pemimpin
menunjukkan suatu tujuan yang konkret dan dapat dilihat masyarakat
5. Adanya
momentum untuk revolusi
3) BENTUK-BENTUK
PERUBAHAN
1. Perubahan
secara cepat dan lambat
- Secara
cepat dinamakan revolusi, misal, Proklamasi kemerdekaan RI, Revolusi Industri
di Inggris, Revolusi Sosial di Prancis, Revolusi Amerika
- Secara
lambat disebut evolusi, misal perubahan semangat kegotongroyongan yang mulai
luntur, perubahan pola hidup dari masyarakat nomaden kemudian menetap
2. Perubahan
yang direncanakan dan tidak direncanakan
- Perubahan
yang direncanakan merupakan bentuk perubahan yang diproses melalui program atau
rencana tertentu agar menghasilkan suatu perubahan tertentu pula, misal Program
NKKBS, Wajar ( wajib belajar 9 tahun). Perubahan yang direncanakan ke arah
kemajuan (progress) dapat disebut pembangunan.
- Adapaun
perubahan yang tidak direncanakan umumnya terjadi karena diluar kehendak
masyarakat, misal perang, bencana alam. Biasanya mengarah ke kemunduran
(regress)
3. Perubahan
yang berpengaruh luas dan tidak berpengaruh luas
- Perubahan
berpengaruh luas adalah perubahan yang mendasar sehingga dampaknya mempengaruhi
segala sendi kehidupan, kadang mengubah struktur masyarakat. Misal proses
industrialisasi pada masyarakat agraris, masuknya listrik ke daerah terisolir
- Perubahan
tidak berpengaruh luas hanya terbatas pada lingkungan tertentu saja, tidak
mengubah struktur masyarakat. Misal, perubahan mode pakaian kalangan remaja
Adapun pola
– pola yang sering tampak pada perubahan sosial budaya adalah :
1. Perubahan
komulatif, yaitu gangguan keseimbangan yang berulang-ulang sehingga
menghasilkan perubahan-perubahan baru, baik yang bersifat progress maupun
regress, misal adanya penemuan baru, atau bencana alam yang terus menerus
2. Berubahan
bergelombang, yaitu gangguan keseimbangan dalam masyarakat yang selalu timbul
kembali, tetapi selau terjadi keseimbangan, misal perubahan model pakaian,
pergantian sistem politik dan pendidikan, gerak konjungtur dalam proses ekonomi
3. Gangguan
keseimbangan yang hanya sekali terjadi, misalnya, terjadinya gerakan reformasi
yang telah menggantikan pemerintahan orde baru menjadi orde reformasi
4) PROSES
PERUBAHAN SOSIAL
1. Faktor
Penyebab Internal dan Eksternal Perubahan Sosial
Perubahan
sosial yang bersumber dari dalam masyarakat dapat terjadi melalui proses
akumulasi. Menurut Soerjono Soekanto factor internal tersebut adalah:
a. Bertambah
atau berkurangnya penduduk
b. Penemuan
– penemuan baru (inovasi) baik discovery maupun invention. Hal ini
karena:
- kesadaran
individu- individu akan kekurangan dalam kebudayaannya
- kualitas
ahli- ahli dalam suatu kebudayaan
- perangsang
bagi aktivitas – aktivitas penciptaan dalam masyarakat
Pengaruh
dari penemuan baru tersebut dapat bersifat memancar, menjalar maupun
beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan.
c. Konflik
dalam masyarakat
d. Terjadi
pemberontakan atau revolusi
Discovery
adalah penemuan kebudayaan atau sesuatu yang baru dalam masyarakat, baik berupa
alat atau ide/gagasan. Jika discovery diakui dan telah diterima bahkan sudah
diterapkan maka akan menjadi invention. Invention adalah proses dimana suatu
unsur baru dihasilkan dengan mengkombinasi atau menyusun kembali unsur-unsur
lama yang telah ada dalam masyarakat. Kemudian penemuan baru tersebut dapat
menyebar (berakibat ke banyak segi kehidupan), menjalar (mengakibatkan
perubahan pada bidang yang lain) atau beberapa penemuan baru dapat
mengakibatkan timbulnya satu jenis perubahan.
Faktor dari
dalam selain hal tersebut diatas juga terdapat faktor internal lain:
a. Perpecahan
dari masyarakat tersebut
b. Individu
yang kreatif yang memiliki inisiatif baru
c. Munculnya
kelompok sosial yang inovatif dan kreatif
d. Pemimpin
yang progresif
Adapun
menurut Soerjono Soekanto faktor eksternal (diluar masyarakat tersebut)
penyebab perubahan sosial adalah :
a. Sebab
yang berasal dari lingkungan alam fisik, misal gempa bumi, bencana alam
b. Peperangan
c. Pengaruh
kebudayaan lain, yaitu melalui difusi, akulturasi dan asimilasi.
Adapun yang
termasuk proses akulturasi adalah;
- Subtitusi
yaitu unsur kebudayaan lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih
berdaya guna
- Sinkretisme,
yaitu unsur budaya lama bercampur dengan budaya baru sehingga membentuk sistem
baru
- Adisi,
yaitu adanya unsur budaya baru yang ditambahkan kepada unsur lama yang masih
berlaku
- Dekulturisasi,
yaitu adanya unsur budaya lama yang hilang
- Originasi,
yaitu masuknya unsur – unsur budaya yang sama sekali baru sehingga membawa
perubahan yang sangat besar
A. Faktor
Pendorong Perubahan Sosial :
a. Kontak
dengan kebudayaan lain
- Difusi
intra masyarakat
- Difusi
antar masyarakat
b. Sistem
pendidikan formal yang maju
c. Sikap
menghargai hasil karya seseorang dan keinginanuntuk maju
d. Toleransi
terhadap perbuatan yang menyimpang dan bukan merupakan delik
e. Sistem
lapisan masyarakat terbuka
f. Penduduk
yang heterogen
g. Ketidakpuasan
masyarakat terhadap bidang –bidang kehidupan tertentu
h. Orientasi
ke masa depan
i. Nilai
bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya
B. Faktor
Penghambat Perubahan Sosial :
a. Kurangnya
hubungan dengan masyarakat lain
b. Perkembangan
ilmu pengetahuan yang terlambat
c. Sikap
masyarakat yang sangat tradisional
d. Adanya
kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest
e. Rasa
takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f. Prasangka
terhadap hal-hal yang baru atau asing atau sikap tertutup
g. Hambatan
–hambatan yang bersifat ideologis
h.
Adat atau kebiasaan
i. Nilai
bahwa hidup ini pada hakekatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki
2. Penyesuaian
Masyarakat terhadap Perubahan
Adanya unsur
– unsur baru dalam masyarakat dapat mengakibatkan gangguan terhadap keserasian
masyarakat. Apabila ketidakserasian dapat dipulihkan kembali maka keadaan
tersebut dinamakan penyesuaian (adjustment). Bila sebaliknya maka dinamakan
ketidaksesuaian sosial (maladjustment). Saluran – saluran perubahan sosial dan
budaya (avenue or channel of change) merupakan saluran-saluran yang dilalui
oleh proses perubahan. Umumnya saluran tersebut adalah lembaga-lembaga
kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi
dan lain-lan
3. Dampak
Perubahan Sosial
a. Dampak
Positif
Dampak
positif perubahan sosial adalah munculnya penyesuaian atau akomodasi. Adanya
penyesuaian memungkinkan dicapainya tahap perkembangan sosial baru yang yang
lebih maju dan lebih baik dari keadaan sebelumnya. Proses tersebut dapat
dicapai melalui reorganisasi atau reintegrasi yaitu proses pembentukan norma –
norma dan nilai-nilai baru agar serasi dengan lembaga – lembaga kemasyarakatan
yang telah mengalami perubahan
b. Dampak
Negatif
Dampak
negatif dari perubahan sosial adalah disintegrasi atau disorganisasi.
Kondisi
tersebut meliputi hal sebagai berikut:
1. Adanya
disorientasi nilai dan norma. Oleh R.K. Merton disebut anomie
2. Munculnya
konflik sosial dan horizontal
3. Tidak
berfungsinya secara optimal berbagai pranata sosial yang ada
4. Terjadinya
berbagai bentuk kerusakan lingkungan dan bencana pencemaran
5. Munculnya
krisis multidimensi
Adapun
bentuk-bentuk disintegrasi sebagai dampak perubahan sosial adalah:
1. Kriminalitas
2. Pergolakan
daerah dan separatisme
3. Aksi
protes (demonstrasi)
4. Kenakalan
remaja
5. Prostitusi
B. GLOBALISASI
DAN MODERNISASI
1. Pengertian
Modernisasi
Pengertian
modernisasi menurut beberapa ahli adalah:
a. Alex
Inkeles : modernisasi adalah sikap – sikap tertentu yang menandai
manusia dalam setiap masyarakat modern
b. Astrid
S.Susanto: modernisasi adalah proses pembangunan yang diberikan oleh
perubahan demi kemajuan
c. Oghburn
dan Nimkoff : modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada
factor – factor rehabilitasi. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif
d. Soerjono
Soekanto : modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya
merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada
suatu perencanaan yang disebut sosial planning
e. J.W.
Schoorl : modernisasi merupakan penggantian teknik produksi dari cara –
cara tradisional ke cara-cara yang tertampung dalam pengertian revolusi
industri. Schoorl merumuskan penerapan ilmu pengetahuan ilmiah yang ada kepada
semua aktivitas merupakan factor penting dalam modernisasi
Dilihat dari
definisi diatas modernisasi dapat dilihat sebagai suatu perubahan fisik yaitu
cara – cara tradisional kearah modern atau penggunaan teknologi atau
mesin serta dari pola pikir yaitu pola pikir tradisional menjadi pola pikir
rasional. Praktis dan efisien
Syarat
modernisasi menurut Soerjono Soekanto adalah :
1. Cara
berfikir yang ilmiah (scientific thinking)
2. Sistem
administrasi yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi
3. Adanya
sistem pengumpulan datayang baik dan teratur dan terpusat
4.
Penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan
cara penggunaan alat – alat komunikasi massa
5. Tingkat
organisasi yang tinggi
6.
Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial
Setiap
modernisasi hal yang paling mendukung adalah sumber daya manusia modern. Adapun
konsep manusia modern dikemukakan oleh Alex Inkeles adalah sebagai berikut:
1. Bersikap
terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru dan penemuan-penemuan baru
2. Senantiasa
siap menerima perubahan
3. Mempunyai
kepekaan terhadap masalah – masalah yang dihadapi di sekitarnya
4. Senantiasa
mempunyai informasi yang lengkap mengenai pendiriannya
5. Lebih
banyak berorientasi ke masa kini dan masa mendatang
6. Senantiasa
menyadari potensi-potensi yang ada pada dirinya
7. Tidak
parah pada nasib
8. Percaya
pada keampuhan iptek
9. Menyadari
hak-hak, kewajiban serta kehormatan orang lain
2. Pengertian
Globalisasi
Pengertian
Globalisasi menurut beberapa ahli adalah :
a. Selo
Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasi
dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalah
untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya
yerbentuknya PBB, OKI
b. Menurut
Anthony Giddens (1989), proses peningkatan kesalingtergantungan
masyarakat dunia dinamakan dengan globalisasi. Ditandai oleh kesenjangan
tingkat kehidupan antara masyarakat industri dan masyarakat
dunia ketiga(yang pernah dijajah Barat dan mayoritas hidup dari pertanian)
Globalisasi
terbentuk oleh adanya kemajuan teknologi di bidang komunikasi dunia.
Biasanya
unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah berupa teknologi tepat
guna dan mudah aplikasinya, pendidikan formal serta unsur yang sesuai dengan
kebutuhan dan kondisi masyarakat. Sedang unsur globalisasi yang sulit diteriba
biasanya berupa teknologi yang rumit dan mahal, menyangkut ideologi, politik
dan kepercayaan serta sukar disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan
masyarakat.
Masyarakat
penerima globalisasi ada yang mampu menerima globalisasi tersebut atau ada yang
menolak.
A. Adapun
mereka yang menolak biasanya adalah :
1. kelompok
masyarakat yang belum mapan atau belum siap menerima perubahan
2. kelompok
masyarakat tertinggal yang terasing
3. kelompok
masyarakat dari kalangan generasi tua yang cenderung mencurigai globalisasi
B. Adapun
kelompok masyarakat atau individu yang menerima globalisasi adalah
1. kelompok
masyarakat yang kedudukan atau status sosialnya sudah mapan
2. kelompok
masyarakat kota yang telah menikmati berbagai media komunikasi dan informasi
globalisasi
3. kelompok
masyarakat dari kalangan generasi muda yang memiliki kecenderungan terbuka menerima
unsur-unsur perubahan dan modernisasi
3. Dampak
Perubahan Sosial Budaya sebagai Akibat Modernisasi dan Globalisasi
A) Dampak
positif modernisasi adalah:
1. Tercapainya
kemajuan kebudayaan bangsa
2. Meningkatnya
industri yang memungkinkan masyarakat lebih sejahtera (lapangan kerja, barang
konsumsi, volume ekspor dan lain-lain)
3. Meningkatnya
efesiensi dan efektifitas kerja, transportasi dan komunikasi
4. Meningkatnya
sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kualitas sumber daya manusia
B) Dampak
negatif modernisasi antara lain:
1. Pudarnya
pengetahuan tradisional
2. Pudarnya
sistem kepercayaan atau religi tradisional
3. Bergesernya
nilai budaya akibat kemajuan di bidang teknologi dan pengetahuan
4. Melemahnya
etos kerja tradisional
5. Meningkatnya
angka kriminalitas dan kenakalan remaja
6. Meningkatnya
tingkat pencemaran lingkungan
7. Menimbulkan
kesenjangan sosial ekonomi
A) Dampak
positif globalisasi:
1. Masuknya
nilai – nilai positif (disiplin, etos kerja, pentingnya pendidikan)
2. Mempercepat
proses pembangunan karena perkembangan iptek
3. Menumbuhkan
dinamika terbuka dan tanggap terhadap unsur –unsur pembaruan
B) Dampak
negatif globalisasi
1. Terjadinya
cultural shock, yaitu masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi karena tidak
siap menerima kenyataan perubahan akibat globalisasi
2. Terjadinya
cultural lag yaitu unsur – unsur globalisasi tidak berlangsung secara serempak
3. Anomi,
yaitu keadaan tanpa nilai karena nilai dan norma lama telah ditinggalkan sedang
nilai dan norma baru belum terbentuk.
C. Tantangan
global terhadap eksistensi Jati Diri Bangsa
1. Jati
Diri Bangsa Indonesia
Bangsa
Indonesia adalah masyarakat multikultur yang sesungguhnya sulit untuk
dirumuskan jati dirinya. Tetapi bangsa Inodesia memiliki puncak-puncak
kebudayaan daerah yang luhur dan akhirnya diterima oleh seluruh bangsa sehingga
memunculkan budaya nasional. Jati diri bangsa Indonesia adalah
budaya-budaya yang khas atau karakter yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang
mampu membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Jati diri bangsa Indonesia
antara lain:
1. mementingkan
nilai-nilai religius dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
2. senantiasa
menempuh jalan musyawarah
3. mementingkan
gotong royong
4. menghormati
harkat dan martabat orang lain (santun dan malu terhadap hal yang berkaitan
dengan kesusilaan)
5. dapat
menerima perbedaan serta menghargai perbedaan
Adanya
modernisasi maupun globalisasi dapat memudarkan budaya dan jati dir bangsa.
Adapun tantangan global terhadap keberadaan jati diri yang dimiliki
bangsa adalah adanya sikap, unsur atau nilai:
1. Konsumerisme
2. Westernisasi
3. Sekulerisme
4. Kekurangmandirian
5. Adanya
demoralisasi, kenakalan remaja
6. Munculnya
kondisi disharmonis
7. Meningkatnya
sikap egois dan materialistis
8. Munculnya
pola kehidupan yang kompetitif dan disorganisasi sosial
9. Kerusakan
lingkungan
2. Upaya
Mencegah Memudarnya Budaya dan Jati Diri Bangsa
Adanya arus
globalisasi dan modernisasi memunculkan masalah pada generasi muda. Generasi
muda merupakan pewaris kebudayaan maupun berkewajiban mempertahankan jati diri
bangsa, tetapi pada faktanya sekarang ini banyak generasi muda merasa asing di
negeri sendiri. Oleh karena itu upaya mencegah memudarnya budaya dan jati diri
bangsa perlu dilakukan baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun secara penuh
kesadaran oleh masyarakat itu sendiri. Beberapa upaya yang dapat dilakukan
antara lain:
a. Melakukan
reorientasi budaya (culture reorientation), yaitu aktivitas menengok kembali
keberadaan budaya sebagai langkah awal untuk memperkenalkan budaya
sendiri kepada generasi baru yang belum memahami nama, fungsi dan asalusul
suatu subkebudayaan
b. Melakukan
revitalisasi budaya, yaitu upaya perombakan dan penyesuaian sedemikian rupa
sehingga unsur-unsur budaya tersebut menjadi penting kembali
c. Melakukan
refungsionalisasi budaya, yaitu membuat suatu budaya mengakar dan berfungsi
bagi keperluan sehari-hari masyarakat
d. Mengupayakan
pelembagaan budaya
e. Melakukan
implementasi budaya

0 komentar:
Posting Komentar