AKU
PAHLAWAN MASA KINI
Setiap tanggal
10 November, di Indonesia diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan
tersebut untuk mengenang peristiwa di Surabaya 1945. Pada kejadian itu, banyak
korban berjatuhan. Hari Pahlawan perlu diperingati karena pada tanggal
tersebut, rakyat dengan penuh semangat bersatu padu mengusir penjajah yang
berniat menancapkan kembali kekuasaannya di Bumi Pertiwi.
Adapun tema yang
diusung Tahun 2019 ini: “Aku Pahlawan Masa Kini” Melalui tema ini, setiap insan
masyarakat Indonesia diharapkan memiliki semangat kepahlawanan. Tergerak
hatinya untuk berjuang membangun negeri dan negara ini sesuai kemampuan dan
profesi masing-masing.
Bila setiap
insan warga Indonesia memiliki kesadaran dan kemauan untuk mengimplementasikan
gairah kepahlawanan, menjadikannya moral, maka hal tersebut dapat menjadi salah
satu modal untuk membangun bangsa.
Apa itu
pahlawan?
Pahlawan adalah
orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela
kebenaran; pejuang yang gagah berani; hero.
Selain Pahlawan
Nasional, di Indonesia masih ada beberapa istilah yang menggunakan kata
pahlawan.
Antara lain,
pahlawan tanpa tanda jasa. Pahlawan tanpa tanda jasa adalah sebutan lain untuk
para guru
Selanjutnya,
pahlawan kesiangan. Apa arti pahlawan kesiangan? Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) daring: “Orang yang baru mau bekerja (berjuang) setelah
peperangan (masa sulit) berakhir.”
Itu yang
pertama. Arti yang kedua: “Orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan
apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang.”
Pernah bertemu
pahlawan kesiangan?
Pastinya, di
sekeliling kita pahlawan jenis ini ada bergentayangan. Berkeliaran di dan ke
mana-mana,
Bagi yang pernah
bersua, pahlawan yang satu ini, tentu akan merasa memang benar-benar
menjengkelkan. Pahlawan kesiangan sangat ahli membuat orang lain jadi marah dan
sakit hati. Bagaimana tidak? Ketika orang dengan susah payah dan kerja
keras menyelesaikan sebuah pekerjaan, setelah tugas itu tuntas, dengan gagah
berani dan sedikit pun tak punya rasa bersalah, dia menyatakan bahwa itu
merupakan hasil jerih payahnya. Diakuinya sebagai buah karyanya sendiri.
Pahlawan
kesiangan adalah tukang klaim. Suka dan pandai mengklaim. Pahlawan jenis yang
satu ini jelas tak memiliki rasa malu. Jika menggunakan kata muka, pahlawan
kesiangan termasuk orang yang muka tembok; muka papan; muka badak. Bermuka
tebal. Bermuka-muka.
“Aku Pahlawan
Masa Kini”.
Meskipun tak
bisa menjadi Pahlawan Nasional atau pahlawan tanpa tanda jasa, kita bisa
memiliki semangat kepahlawanan. Bisa menerapkannya dalam membangun daerah,
bangsa, dan negara. Sebarang orang, bisa berjuang membangun negeri dan negara
ini sesuai kemampuan dan profesi masing-masing. Kapan pun dan di mana pun
berada.
“Aku Pahlawan
Masa Kini”..
Jadilah pahlawan
masa kini dengan multi talenta. Bukan dengan mengandalkan the power of
multi-face. Bukan dengan membanggakan keterampilan cari muka. Bukan dengan
skill bermuka dua.
Mardigu Wowiek
Prasantyo menuliskan: “Sepandai-pandainya orang yang multi-talent,
masih kalah sama orang yang multi-face (muka dua)”.
Selamat Hari
Pahlawan 2019. “Aku Pahlawan Masa Kini.”
Dikutip dari berbagai sumber


0 komentar:
Posting Komentar