Kamis, 21 November 2019

MENUJU SEKOLAH YANG MEMBAHAGIAKAN


MENUJU SEKOLAH YANG MEMBAHAGIAKAN
Oleh : Johannes Sidabalok, S.Pd

“Untuk menjadi sukses di masa depan, anak harus bahagia. Untuk bahagia,
maka perlu diciptakan lingkungan sekolah yang menyenangkan bagi anak”

Inovasi baru dimunculkan oleh Kementerian Sosial dengan mewacanakan program Sekolah Bahagia agar anak-anak lebih bahagia dan mereka bisa sukses di masa yang akan datang.
“Kami kembangkan program sekolah bahagia, dari pada anak stress, banyak tugas, banyak  PR, lebih baik diberi kebahagiaan” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Kementrian Sosial Edi Suharto di jakarta (antara news.com ). Program Sekolah Bahagia yang diwacanakan antara lain dengan memberikan pelatihan kepada para guru bagaimana menciptakan sekolah bahagia. Begitu juga dengan penyampaian kurikulum yang menyenangkan
Namun, pertanyaan besarnya adalah bagaimana dengan guru? Apakah guru saat ini sudah sudah bahagia menyenangkan dan menggembirakan? Sebelum bermimpi menciptakan siswa yang bahagia, maka guru terlebih dahulu harus bahagia, sebab siswa bahagia dihasilkan oleh guru yang bahagia.”

Penderitaan Guru Menggapai Kebahagiaan
Guru, hakikatnya adalah orang biasa dengan sejarahnya yang panjang dan berliku. Orang ini berada dalam barisan terdepan dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian bukan karena titel dan tumpukan harta duniawi melainkan karena adab, pengorbanan besar mereka. Begitulah seorang guru, ketika bekerja ia mendidik untuk bangsa dan masyarakat, rela menderita demi mendidik anak bangsa
Mengapa mendidik itu menderita : 1) sebagai guru harus bertanggung jawab terhadap semua hal yang terjadi pada setiap siswa, meskipun kesalahan itu dilakukan oleh siswa; 2) guru harus menyediakan seluruh sumber daya yang dimiliki melebihi apa yang bisa diberikan oleh orang lain; 3) guru berada dalam barisan terdepan menghadapi resiko atau bahaya; 4)  jika berhasil itu adalah prestasi semua, jika gagal itu adalah tanggung jawab guru; 5) guru adalah penikmat yang terakhir setelah semua orang menikmati, namun guru adalah penderita paling awal sebelum yang lain menderita.
apakah mendidik itu dan kebahagiaan sebagai dua hal yang sejalan. mendidik itu sebagai sebuah pekerjaan sering diartikan sebagai beban atau kewajiban yang harus dialakukan sebagai konskuensi logis sebuah profesi. Namun sesungguhnya kebahagiaan dan mendidik itu adalah dua sisi yang sangat berkaitan, bahkan mendidik itu merupakan salah satu jalan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Banyak para filosof yang berpendapat bahawa jalan menuju kebahagiaan tidaklah tunggal. Bisa jadi hal yang membahagaiakan menurut kita belum tentu menyenangkan bagi orang lain.
Untuk membuat para Guru bahagia setiap saat pastilah bukan pekerjaan yang mudah bagi semua pihak yang memegang peranan seperti kepala sekolah dan pemerintah Tapi setidaknya pemerintah dapat menjadi bagian penentu kesejahteraan para pendidik tersebut.

Kepala Sekolah Membahagiakan
            Salah satu pihak yang memegang peranan penting dan sentral yang membuat guru bahagia setiap saat adalah kepala Sekolah. Kepala sekolah harus benar benar menjadi kepala sekolah yang bahagia. Sesuai Permendiknas No.13 tahun 2007 tentang 5 kompetensi yang harus dimiliki kepala sekolah adalah kompetensi manajerial. Kewirausahaan, supervisi, kepribadian dan sosial. Diantara ke lima kompetensi itu, kompetensi yang mampu menghasilkan kepala sekolah bahagia dan membahagiakan adalah kompetensi sosial, mengapa ? kita kembali kepada fungsi Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang bukan hanya menggembleng kognitif  namun semua unsur manusia dan kemanusiaan seperti sikap spiritual, sosial, ketrampilan dan emosional.
            Ada 4 Hal yang mendasar mengapa kepala sekolah harus bahagia untuk membahagiakan para pendidik  sesuai dengan kompetensi sosial nya,  yakni : 1)  membahagiakan pendidik, maka racun dalam tubuh akan keluar melalui ketenagan hati, 2) membahagiakan pendidik akan berdampak positif pada pendidik itu sendiri  yakni merasa dihargai, 3) membahagiakan pendidik berarti memberi gairah hidup pada pendidik dalam menjalankan tugas tugasnya, 4) membahagiakan pendidik berarti mensinergiskan pikiran, perasaan, hati dan tindakan kepada pendidik
            Ketika suatu sekolah terus mengadakan peningkatan mutu guru, maka kepala sekolah harus mampu mengaplikasikan kompetensi sosialnya dengan mengedepankan kemampuan visioner. Sikap Visioner yang dimiliki kepala sekolah  berdampak luar biasa bagi kemajuan  sekolah, mengeluarkan aura positif, kemajuan karir diri dan teman sejawat, bekerja dengan teladan, mengambil keputusan bijak, mengatasi masalah, memandang semua hal secara positif, mensinergis dan mengharmonis semua elemen sekolah.
            Guru bahagia adalah guru yang selalu diperhatikan kepala sekolah, sebaliknya penderitaan guru semakin lengkap jika kepala sekolah tidak mampu menjalankan kompetensi sosialnya, tidak visioner dan tidak bahagia. Indikatornya dapat kita lihat dari sikap kepala sekolah yang  otoriter, penghukum jika guru lalai menjalankan tugasnya, tidak pernah menghargai prestasi guru, tidak peduli isi dompet guru yang kosong (mempersulit pemberkasan sertifikasi dan non sertifikasi) dan mungkin masih banyak lagi yang tidak dapat diungkapkan guru.

Siswa bahagia dihasilkan oleh Guru yang bahagia
Guru itu tugasnya disekolah. Tidak boleh kemana mana. Jangan coba terlambat, ada malaikat pencatat (baca- finger print). Begitulah nasib guru, ini harus di apresiasi oleh berbagai pihak terutama kepala sekolah yang setiap saat berhadapan dengan guru dan  memiliki peluang yang besar untuk membahagiakan guru, Mengapa guru harus bahagia ? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa guru yang bahagia cenderung berfikir fleksibel,inklusif, kreatif, dan reseptif.
 Guru bahagia lebih riang dalam penampilannya, bersikap terbuka, bersedia menerima kritik,dan memiliki sense of humor yang baik. Ruang kelas menjadi lebih riang, fun, dan para siswanya akan mudah mengerti, mudah memahami materi pembelajaran, dan lebih kreatif. Para guru humoris yang membuat suasana belajar ceria adalah guru-guru yang paling berhasil mencerdaskan siswa nya
Selamat HUT Guru Nasional Tahun 2019

                                                                                                   Penulis adalah seorang guru
                                                                                                   di SMPN2 Jawa Maraja

0 komentar:

Posting Komentar